Keputusan Sepihak

Beragam sayatan luka yang kau buat sendiri
Selalu memiliki ceritanya sendiri untuk dirangkul
Kau pernah menuturkannya padaku
Mengenai hal-hal yang diambang batas,
Hal-hal yang seharusnya tidak terjadi

Untukmu yang selalu berpeluh kesakitan dalam senyum
Belenggu dari sistem kepercayaanmu
Mungkin adalah suatu muara dimana kesetiaan tak pernah hadir
Kau merasakannya, melihatnya dan menolak bahagia
Aku memutuskan jadi seseorang yang ingin mengakhiri putaran kesakitanmu itu

Kini kita hidup bahagia tanpa buku manual
Mengakses cinta di kecepatan illegal
Membuahkan banyak rasa yang jadi kenangan
Hingga 4 ruang disela jari kita selalu terpenuhi dengan angan

Hari-hari terlipat dengan kata sayang
Membuat distraksi dimana angan jadi realita
Kita sama-sama meyakini kebebasan
Di ruang perspektif yang kita duduki bersama

Tapi, hari ini terasa berbeda
Aku harus dibiasakan hidup dalam rezim keputus asaan
Dibawah kuasa sang raja perasaan yang seperti anak-anak
Menjadi dewasa bukan lagi jadi alasan
Karena misi telah dicampur bubuk harapan

Lalu kau putuskan jadi seseorang yang ingin membunuh harap
Ditengah perang antara hati dan logika
Untuk menetaskan sebuah euphoria
Yang dulu kau anggap tiada dan hanya angan

Rindu kelam mungkin tak usah diusut tuntas
Karena nyatanya kau makamkan mimpi dalam lautan
Kau membuat penjara ini jadi sengketa
Dimana narapidananya adalah keinginan-keinginan baik untuk mengubah dunia

.

Kini masa lalu hadir lagi disetiap nafas
Seperti dahulu dimana aku harus bertemu ikhlas
Dibuatnya aku menggigil dikuliti malam
Aku hanya ingat semua suara-suara
Yang tak pernah lagi dikumandangkan pagi & malam
Kini aku tulis & termanifestasikan
Dalam sebuah cerita mengenai surga tak bernama