Kumparan Masa Lalu Berkapasitas 128 GB

  1. Aku mengenal cinta. Mereka indah, menyenangkan tapi terlalu mendominasi; aku membuat misi-misi didalamnya yang terbuat dari harapan dan cerita masa depan yang sampai hari ini belum saja terjadi. Tapi dibuatnya diri menjadi kental, dapat berubah jadi bentuk apa saja yang nanti juga akan mengeras. Yang nantinya akan jadi sebuah tujuan bahwa aku harus ikhlas, karena segala pedih selalu ada penawarnya. Inilah bagian cinta yang terasa paling benar.
  2. Aku diharuskan mengusir cinta, demi kau untuk mengubah sesuatu. Bagian paling perihnya adalah saat aku benar-benar lupa, ia masih menangisi kepergianku tanpa tanda atau simbol yang harusnya menuntun seiring jalan pencarian. Ia sudah beranjak ke halaman selanjutnya, dan aku mulai melukis wajahnya dengan bahan-bahan yang aku dapat dari cinta nomor 1. Inilah cinta yang menjembatani rasa dan keharusan berkarya.
  3. Aku harus tau pengorbanan, cinta semakin aku mengerti bukan untuk dimiliki. Sebebas-bebasnya tujuannya kita menempuh jarak, selalu ada jalan untuk kita harus berputar. Dengan menyimpulkan tali sendiri, membuat aku bingung melepasnya. Hari sudah usai, kau terlihat lebih tangguh dan aku masih saja termangu. 80% lagu telah merepresentasikan rasa kita, aku terlalu mengenalmu selagi kau mengenal yang lain. Inilah cinta yang membawa rasa lebih jauh dari jangka waktu kontrak hubungan.
  4. Ini bagian paling rumit. Cinta yang membuat kita paling percaya bahwa inilah yang paling benar. Sulit mengungkapkan dahsyatnya bahagia yang dirasa, sulit pula mengungkapkan dahsyatnya pedih yang dirasa. Inilah bagian cinta yang terasa paling benar—karena mungkin, kamu sudah berikrar pada takdir sampai merencanakan KPR bersamanya. Tapi sang hari lagi-lagi usai, dengan beragam misteri tanpa buku referensi mengenai sebuah rasa apakah yang sedang dijalani. Setiap emosi menjadi permainan yang seimbang—baik itu waktu-waktu bahagia maupun waktu-waktu penyesalan, dan semua motif harus diimbuhi kata-kata “harus mencoba lagi dari nol”. Inilah cinta yang tak dapat lagi ditafsir referensi diri, masing-masing harus menuturkannya pada dunia dengan harapan dunia akan menjawabnya dalam waktu yang tersisa.
  5. Aku harus beli hardisk lagi.